MII – Masyarakat Informasi Indonesia
Situs Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memiliki tagline “Menuju Masyarakat Informasi Indonesia”. Rangkaian kalimat yang cukup menarik karena sebelum ini mungkin yang akrab di telinga kita adalah “Masyarakat Indonesia Seutuhnya” atau “Masyarakat Yang Adil dan Makmur”.
Motorku dan SBY
saya baru punya atau baru sanggup membeli sepeda motor pada tahun 2009. sebenarnya beli tahun 2004 tapi kredit, dan baru lunas tahun 2009 itu. saya ingat betul karena uang mukanya dapat dari honor hasil entry data pemilihan umum 2004. tahun itu memang awal dari pemanfaatan TI untuk pemilu dan hasilnya cukup memuaskan, baik dari hasil penghitungannya maupun dari hasil kerja bareng massal yang melibatkan SMK, relawan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. sebuah pengalaman yang sesuatu banget
apa hubungan motorku dengan SBY. beliaunya presiden kita resmi dipilih menjadi presiden RI di era reformasi ini pada tahun 2004 setelah dihitung secara manual maupun dari entry-an kami para operator SITUNG. berarti usia kepemimpinan beliau presiden kita yang mulia itu seumuran dengan umur motorku.
sekarang tahun 2012, bila dikurangi dengan 2004 hasilnya adalah 8. sudah 8 tahun umur motorku dan sudah berapa ribu kilo yang tercatat di meterannya. sudah 8 tahun juga presiden kita yang mulia, SBY memimpin negeri ini. entah sudah berapa banyak kemajuan yang dicapai. entah berapa banyak pula anggota bangsa dan negara ini yang masih belum dapat merasakan dampak kemajuan yang sudah dicapai.
berapa banyak orang-orang yang makmu menjadi makin makmur, dan sebaliknya. sudah berapa banyak pertanyaan yang mendapatkan jawabannya. dan masih berapakah pertanyaan yang tetap menjadi misteri. motorku akan semakin tua dan mungkin tidak dapat lagi menjalankan tugas-tugasnya mengantarku, istriku dan anak-anakku ke tempat kantor dan sekolah. tapi SBY, dalam harapan dan inginku semoga tetap sehat dan semakin bijak dalam memimpin bangsa yang besar ini.
“anda dipilih bukan dilotere”. tetaplah mendengar dan rasakan jeritan pengikut-pengikutmu ini, pak. itu saja.
tahun naga
sudah lama sekali saya tidak mengunjungi dan menulis di blog ini. ketika masuk… luar biasa kaget. karena ada beberapa komentar yang ter-pending dan terutama tampilan dari wordpress yang semakin mutaakhir. seperti biasa, ada banyak sekali yang ada di dalam pikiran saya, namun ketika sudah berada di hadapan komputer jadi bingung apa saja yang harus dimuntahkan.
kata orang cina, shio tahun ini adalah shio naga, tapi saya tidak terlalu peduli karena dalam keyakinan saya tidak diwajibkan untuk mempelajari itu. bukan bermaksud SARA tapi ini murni masalah kepercayaan dan keyakinan. dan saya tidak yakin dengan yang namanya shio, apalagi naga yang gak jelas dia binatang beneran atau cuma mitos.
dalam keyakinan Jawa sebagaimana kesukuan saya pun, saya tidak terlalu peduli dengan weton, neptu dan yang sejenisnya. cukuplah menghargai pendapat para sesepuh dan orang tua. bukan karena saya merasa sudah menjadi manusia modern, tapi itu tadi, saya merasa bahwa tidak adil saja ketika seseorang sudah merencanakan perkawinan, misalnya, ternyata harus dipindahkan waktunya hanya gara-gara bareng dengan weton “nggeblake mbah-e” atau berbarengan dengan meninggalnya salah satu nenek moyang.
kalo ada yang mengambil suatu momen atau even penting dengan mempaskan dengan suatu tanggal yang unik dan mudah diingat, misalnya 11 nopember 2011 sehingga ditulis 111111 itu masih bisa diterima. karena memang langka dan bisa dikenang kelak kepada anak cucu. tapi kalo bisa sih yang wajar, tidak usah terlalu diatur-atur. seperti bayi yang dipas-pasno supaya lahir dengan nomer cantik melalui operasi, meskipun belum cukup umurnya. itu sih lebay atau kebacut kata orang Jawa. tapi gimana lagi? setiap orang punya kemerdekaan HAM yang kalo dilarang akan rame, lapor ke KOMNAS, DPR, presiden, bahkan mungkin bisa bikin page dukungan di media sosial (tambah lebay aja).
alhamdulillah, kedua anak saya dilahirkan pada tanggal yang unik walaupun itu murni karena kondisi kelahirannya yang harus dioperasi, disebabkan yang pertama terbelit usus, dan yang kedua karena air ketuban istri saya sudah asat, mau habis. itu pun dengan catatan histori bahwa putra pertama kami meninggal, jadi saya sudah tidak mau ambil resiko lagi.
si kakak lahir 060707 (6 juli 2007), kalo nuruti nomer cantik bisa saja ditunda sehari biar pas 070707, tapi tidak, saya tidak mau kehilangan orang-orang yang saya cintai. terus si adik lahir 100110 (10 januari 2010) itupun tidak disengaja karena memang setelah periksa ke dokter-dokter kandungan (karena disarankan oleh kenalan yang juga seorang dokter untuk mencari second opinion mengenai hasil USG), akhirnya harus manut. bahwa istri saya harus dioperasi sesegera mungkin karena terlalu beresiko untuk menunggu dan melahirkan secara normal.
yaah. tulisan pertama di kok jadi curhat. gak apa-apalah sambil melatih lagi cara mengetik dan menulis di dalam blog. mudah-mudahan bisa lancar dan ajeg.
Perjalanan
Apa yang menarik ketika sedang melakukan perjalanan? Mungkin setiap orang memiliki ketertarikan yang berbeda satu sama lain. Ada yang ingin segera sampai ke tempat tujuan, tapi ada juga yang memang sengaja untuk menikmati perjalanan itu sendiri.
Beberapa hari yang lalu saya bepergian ke luar kota. Saya memang bukan orang yang memiliki rutinitas bepergian. Sehari-hari saya mungkin hanya butuh 8 kilometer pergi pulang dari rumah ke tempat kerja. Jadi sebuah perjalanan bisa menjadi sangat menyenangkan. Hampir semua moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara pernah saya naiki. Bahkan “nggandhol” di lokomotif juga pernah. Tapi bukan itu yang mau saya bagikan di sini.
Dalam setiap perjalanan pasti kita bertemu dengan banyak orang, yang sebagian besar tidak kita kenal sama sekali. Jelas itu menjadi pemandangan yang menarik buat saya. Dalam perjalanan saya beberapa hari yang lalu itu banyak sekali yang masih membekas dalam benak dan ingatan saya hingga kini. Dalam bis antar kota dalam propinsi yang saya tumpangi mungkin ada sekitar 10 orang pengamen, baik yang sendiri atau berduet bergantian naik dan menghibur para penumpang. Ada yang enak tapi ada juga yang bisa membuat kuping ini sakit karena saking fals-nya
). Lirik yang dilagukan juga sanggup membuat akal sehat ini “bekerja”.
Tidak jarang mereka mengkritik namun dengan cara yang sangat elegan. Berbeda dengan yang katanya para wakil rakyat yang semakin kebablasan. Selain pengamen, jelas ada penjaja keliling yang juga tidak kalah banyaknya. Mulai makanan ringan dan minuman, buku pelajaran, atlas, hingga jualan peci rajutan.
Siapa mereka? Dimana mereka tinggal? Mulai kapan mereka harus setiap hari berdesakan dan sampai kapan??
Dan pertanyaan terbesar saya adalah “Dimana para pengelola negara, apakah kita masih bisa mengandalkan mereka yang sudah kita percaya untuk memikul amanat sekitar 250an juta rakyatnya?” Bagi kita yang sehari-hari agak berjarak dengan “rakyat” dalam pengertian sebenarnya, seharusnya lebih sering menggauli mereka. Yang biasanya bermobil pribadi, sejuk nyaman dan tanpa hambatan, perlulah sekali-kali naik bis atau kereta api kelas kampung. Rasakan denyut nadi bangsa ini. Rasakan darah yang mengaliri negara yang katanya makmur gemah ripah loh jinawi tapi hanya smampu dirasakan oleh segelintir manusia saja.
Merekalah, orang-orang pejuang itulah alasan negara dan bangsa ini didirikan. Setelah berdiri malah mereka ditinggal dan semakin dilupakan. Seolah-olah biarlah yang mlarat semakin sengsara dan mati lenyap ditelan bumi selamanya. Orang-orang sampah yang tidak layak tinggal di firdaus nusantara. Mereka hanya ada dalam statistika. Dan tidak benar-benar ada secara nyata. Dalam perjalanan beberapa hari yang lalu itu seolah membuka kembali kesadaran saya. Bahwa planet ini adalah tempat tinggal kita bersama. Tempat makhluk mulia yang bernama manusia. Saya hanya bisa berdoa semoga saya masih manusia.
Algoritma Cinta
Tiba-tiba saja terlintas dalam pikiran saya untuk menulis sesuatu yang berkaitan dengan algoritma dan cinta. Mungkin saya mendapat inspirasi dari kisah roman seorang kenalan yang bekerja sebagai pengajar dengan -seorang yang juga saya kenal- yang diajarnya. Orang Jawa bilang, “witing tresna jalaran saka kulina.” Artinya perasaan cinta kasih akan muncul karena terbiasa. Terbiasa ketemu, ngobrol dan kemudian timbul ketertarikan satu sama lain, yang dalam istilah gaulnya timbul chemistry.
Ujaran tersebut masih dan akan terus relevan sepanjang jaman. Kalau sekarang, apalagi di lingkungan kampus seperti ini, bisa dikembangkan menjadi, “witing tresna jalaran saka kuliah”. Cinta bisa bersemi antara mahasiswa dengan mahasiswi. Bisa juga antara dosen -tentunya si dosen masih muda dan single- dengan mahasiswinya (atau ada yang dengan mahasiswanya?). Cinta sesama dosen juga hal yang lumrah. Mungkin agak ganjil bila ada hubungan khusus antara petugas kebersihan dengan security. Karena di sini laki-laki semua. Naudzubillah tsumma naudzubillah bila itu sampai terjadi … ha…ha….haa…
Hubungan sangat khusus antara laki-laki dan perempuan adalah sesuatu yang sangat alami dan ilmiah. Sudah digariskan dan sudah ditakdirkan. Seperti juga hubungan antara orang tua dengan anaknya, bahkan antara manusia dengan alam semesta.
Silakan bertanya kepada orang-orang tentang arti cinta, maka kita pasti akan mendapatkan jawaban yang berbeda-beda. Bisa sangat universal namun bisa juga sangat privat dan sakral. Tergantung dari pengalaman dan daya tangkap atau sensor yang dimiliki. Itulah cinta …
Lalu kenapa kok ada embel-embel algoritmanya? Apa karena sedang dalam blok Algoritma dan Pemrograman? Mungkin cuma “kebetulan” saja.
Dalam Bahasa Indonesia kata “betul” sering disamaartikan dengan “benar”. Karena memiliki lawan kata yang sama, yaitu “salah”. Tetapi ketika kata “betul” diberi imbuhan “ke-an” ia akan berbeda arti sangat besar dengan “benar” yang ditambahi dengan “ke-an”. Ya, “kebetulan” tidak sama dengan “kebenaran”.
Kebetulan itu tidak pernah ada dan jangan percaya dengan apa yang disebut sebagai kebetulan. Karena segala sesuatu di dunia ini sudah direncanakan dan tidak tiba-tiba muncul dari suatu kebetulan. Mungkin “ketidaksengajaan” bisa lebih diterima masuk akal. Walaupun tetap saja hal itu sudah masuk dalam grand design Sang Pencipta jauh-jauh hari yang tidak begitu saja muncul secara tiba-tiba.
Dalam bidang komputer, terutama yang berkaitan dengan pembuatan suatu program atau perangkat lunak, algoritma bisa dijelaskan sebagai suatu urutan-urutan dari instruksi atau langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah. Yang tentu saja dibutuhkan manusia dalam menghadapi semua permasalahan dalam hidupnya.
Cinta adalah salah satu problem solver yang cukup ampuh bila disertai algoritma yang sesuai. Bahkan Allah sudah berfirman, “Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad SAW), melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (QS al-Anbiyâ [21]: 107). Kata “rahmat” di sini meliputi cinta, kasih sayang, serta sanggup memberi maaf. Yang sudah terbukti dalam sejarah bahwa Rasul adalah sang pencerah, yang sanggup menerangi kegelapan jaman jahiliyah sehingga manusia kembali dimuliakan harkatnya, dengan menggunakan algoritma cinta.
Jangan asal mengatasnamakan cinta untuk melampiaskan nafsu sesaat karena cinta juga makhluk Tuhan yang cenderung kepada kebaikan dan memiliki banyak manfaat. Cintai sesama makhluk Tuhan lainnya dengan porsi yang tidak berlebihan karena pasti semua ada syaratnya. Ada pepatah, “ada uang abang disayang, habis uang abang dibalang, ditendang bahkan diganyang”. Serem gak tuh?
Hanya Tuhan yang “truly has unconditional love”.
Yang sedang jatuh cinta, jangan jatuh terlalu dalam. Gunakan algoritma cinta yang benar (kalau perlu dengan flowchartnya sekalian), yang bisa memberi solusi. Bukan sekedar cinta mati seperti Romeo Juliet atau Sampek Engtay. Buatlah cerita romantika yang indah seperti Galih dan Ratna atau Mantili dan Raden Samba.
sama-sama pernah kalah
gegap gempita PD 2010 di Afrika Selatan sudah berakhir dini hari tadi (waktu setempat). dan selamat kepada Spanyol yang untuk pertama kalinya menjadi kampiun di jagad sepak bola dunia. dari awal turnamen saya sudah menjagokan mereka. walopun sempat ketar-ketir karena di fase awal sudah kalah duluan dari Swiss.
seperti kata pepatah “jagoan kalah duluan, menang belakangan” La Furia Roja sudah membuktikan itu. sekali kalah di awal turnamen membuat mereka semakin percaya diri. lihat saja gawang Casillas yang hanya kebobolan 1 kali saja setelah kalah dari Swiss. dan itupun karena hasil pembelokan arah ketika berhasil mengalahkan Chili di partai akhir penyisihan grup. setelah itu cleansheet, walopun marjin menang mereka juga agak seret, hanya selisih 1 gol saja.
Belanda edisi PD kali ini lebih hebat. selama turnamen tidak ada yang bisa menandingi mereka, kaliber Brazil sekalipun. tidak pernah seri apalagi kalah. suatu rekor yang sempurna andaikata mereka juga bisa merubuhkan sang matador. ternyata mereka, orang-orang hebat itu sama-sama pernah kalah. yang satu kalah di awal dan akhirnya berhasil menjadi juara sejati. sedangkan lainnya harus kalah di partai pemuncak.
lepas dari prediksi gurita peramal, Paul, turnamen besar di pertengahan tahun ini memang sebuah pencapaian pertunjukan hebat oleh sebuah negara yang jauh sebelumnya hanya dikenal karena praktek diskrimasi terhadap bangsanya sendiri. salut buat panitia penyelenggara. anda semua berhasil menampilkan mega entertaninment yang sangat menghibur selama 1 bulan penuh lengkap dengan segala bentuk emosinya.
rcti dan globaltv, terima kasih atas siarannya yang full free of charge. mudah-mudahan 4 tahun lagi bisa diulang kembali. dan mudah-mudahan juga timnas indonesia bisa bisa gabung menjadi bagian di sana. aaamiin.
desperate
sebenarnya saya tidak pernah mempersulit mereka yang mencoba mencari tahu tentang keberadaan data NUPTK, karena saya sendiri bukan bagian dari yang merumuskan dan membuatnya. dulu memang pernah saya membuat sebuah tautan di blog ini juga tentang data NUPTK yang masih berada di daerah sepengetahuan saya (waktu itu saya masih bekerja di disdik di kita saya).
setelah itu banyak permintaan, bahkan sangat mengejutkan dari mana-mana (mungkin dari seluruh penjuru negeri ini). bukannya saya tidak mau membantu. hanya heran, bagaimana informasi sepenting ini tidak tersosialisasikan sebagaimana seharusnya. bapak ibu yang kebingungan dan sempat mampir di blog ini mungkin sudah “desperate” untuk mencari dan akhirnya kesasar.
kalo tidak salah saya sudah menjelaskan panjang lebar melalui email secara pribadi ke alamat yang bersangkutan, tapi karena sudah terlalu banyak dan merepotkan akhirnya tidak pernah saya gubris. ini hanya untuk sekedar mengingatkan bahwa data NUPTK bisa diakses di situs NUPTK.
bagi para pencari informasi tentang NUPTK, sebaiknya silakan mencari di tempat yang benar saja ya. maaf atas ketidaknyamanannya.