Setelah Coblosan

Pemilihan kepala daerah (walikota) Malang baru selesai kemarin untuk tahapan pencoblosannya. Sekarang tinggal menunggu hasil penghitungan resminya. Sebagai pembanding ada data dari hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilaksanakan oleh beberapa lembaga. Dan hasilnya sudah terlihat. Pasangan calon yang selama ini tidak terlalu “dianggap” karena hanya diusung oleh partai medioker ternyata unggul cukup telak. Yang kalah, sekarang tinggal “ngelunya”, ngelu mbalikno modal sing wis kadung entek gak karu-karuan.

Setelah coblosan, ngelu ndhase!

Setelah coblosan, ngelu ndhase!

back

kembali dari pertapaan dunia nyata menuju keriuhan dunia maya ternyata membutuhkan sebuah niat yang sangat besar. hampir setiap hari saya terhubung ke the net, namun untuk sekedar login dan posting ataupun mengkonfirmasi komentar kok berat sekali rasanya. ada semacam kejenuhan yang sangat untuk membaca-baca kembali apalagi untuk menulis di sini.

tapi sekarang saya sudah kembali. saya mengajar lagi setelah sekian lama tidak punya kelas permanen. berdiri dan berbicara sebagai lelaki panggilan memang masih sering, tetapi kelas dimana saya harus intens di dalamnya baru 1 bulan ini saya masuki kembali. inilah salah satu alasan yang menyemangati saya untuk menulis lagi.

aktif di komunitas? mungkin nanti, bertahap. saya masih menikmati menjadi petualang soliter, anonimus dan tidak perlu dikenali. masih mencoba meraba-raba semua peristiwa yang terjadi sepanjang tahun ini. yang semakin meyakinkan saya terhadap systematic chaos. juga bersiap-siap untuk menjadi suami siaga. siap lahir batin untuk mendukung istri tercinta menyambut calon penghuni bumi baru yang akan lahir dari rahimnya.

Ya Allah, Tuhanku. berilah petunjuk dan  kekuatan kepada kami, para orang tua kami, guru-guru kami, para pemimpin kami untuk selalu berbuat benar dan adil. lindungi, ampuni dan maafkan kami dari semua salah dan khilaf manusiawi kami. jadikan kami para wakilmu yang senantiasa bersyukur dan memperbaiki, bukan hanya bisa merusak bumi yang indah ini. kabulkan permintaan ini Ya Allah karena Engkaulah Sang Maha Penerima dan Pengabul doa.

mengamati pengamat

mengamati julian yang sedang belajar dengan mengamati semua yang ada di lingkungan sekitarnya menjadi suatu hal yang mengagumkan. saya sendiri tidak pernah bisa mengingat terhadap proses pengamatan saya yang pertama kali (mungkin semua manusia juga mengalami hal yang sama). betapa manusia kecil itu mulai mengenali lingkungannya dengan menggunakan semua inderanya. meniru semua gerak-gerik yang menurutnya sangat menarik dan mencurigakan. penelusuran terhadap semua rasa ingin tahu yang sangat besar. sungguh luar biasa.

julian kecilku belum genap 2 tahun sekarang. tapi kemampuan indera dan nalarnya alhamdulillah sangat menggembirakan. kalo ada istilah ATM atau amati, tiru dan modifikasi dia sudah hampir sempurna tingkatannya. saya berusaha memperkenalkan dia kepada hal-hal yang sudah sangat umum untuk jamannya. mengajaknya mengenal keindahan dunia melalui apa saja. bahkan dia sudah pernah ke taman safari padahal bapaknya ini saja belum pernah.

musik, salah satu elemen seni yang penting juga sejak dini sekali sudah saya tanamkan dalam-dalam di memorinya. pernah waktu dia berumur 8 bulanan saya putarkan musik reggae-nya mbah bob marley & melodic rock-nya harem scarem, juga prog rock dari dt. dan bila dengan eyang kakungnya dia diajak menyelami keindahan uyon-uyon dan campursari. pengaruh dari mamanya adalah hindustan atau dangdut. ditambah pop dan top40 dari tante-tantenya. lengkap sudah, mungkin seiring bertambahnya usia dia bisa semakin “kaya”. minimal bisa memainkan gitar atau bass seperti bapaknya.

kemampuan verbal dan motoriknya juga mengagumkan. kebiasaan menirunya juga kuat. sering dia sudah bisa memodifikasi mainan atau alat-alat sebagai alat yang lain, misalnya rc tv menjadi telepon … :D. si kecil tampan itu memang cerdas. sekarang dia mulai belajar komputer. salah satu program kesukaannya adalah microsoft student yang saya dapatkan dari atasan untuk nantinya dibagikan ke sekolah-sekolah (software ori lho).

belajar terus ya, le. i would do anything for you.

memang asik menjadi pengamat dari seorang pengamat. mungkin itu juga yang sedang dilakukan Sang Maha Pengamat Yang Agung kepada kita semua. para pengamat mini yang mulai kehilangan rasa ingin tahu dan semakin cepat berkeluh kesah.

saya tidak berusaha memuji-muji anak saya sendiri. ini kisah nyata dan berdasarkan fakta. terima kasih sudah meluangkan waktu dan membaca.

awal tahun yang muram

mengawali tahun 1430H ini, dunia semakin dibuat muram oleh kebengalan masyarakat yang bernama israel. mereka yang picek, budheg dan sakarepe dhewe ini mudah-mudahan segera dilaknat oleh ALLAH SWT. termasuk israel-israel lain yang sukanya menjajah, memeras, memperkosa hak-hak manusia lainnya di muka bumi.

israel dalam wajah dan bentuk serta sebutan yang lain. laknat ALLAH semoga segera ditimpakan kepadamu.
kepada semua yang merasa disia-siakan dan ditindas mintalah perlindungan hanya kepada ALLAH SWT. karena tidak ada kekuatan yang lain selain DIA. cobalah untuk tidak menangis di hadapan para penindasmu karena DIA-lah yang akan menghiburmu.

Try Not to Cry (Sami Yusuf feat. Outlandish)

You, you’re not aware
That we’re aware
Of your despair
Don’t show your tears
To your oppressor
Don’t show your tears

CHORUS:
Try not to cry little one
You’re not alone
I’ll stand by you
Try not to cry little one
My heart is your stone
I’ll throw with you

Isam:
‘Ayn Jalut where David slew Goliath
This very same place that we be at
Passing through the sands of times
This land’s been the victim of countless crimes
From Crusaders and Mongols
to the present aggression
Then the Franks, now even a crueller oppression
If these walls could speak,
imagine what would they say

For me in this path that I walk on
there’s only one way
Bullets may kill, bones may break
Still I throw stones like David before me and I say

CHORUS

You, you’re not aware
That we’re aware
Of your despair
Your nightmares will end
This I promise, I promise

CHORUS

Lenny:
No llores, no pierdas la fe
La sed la calma el que haze
Agua de la arena
Y tu que te levantas con orgullo entre las piedras
Haz hecho mares de este polvo
Don’t cry, don’t lose faith
The one who made water come out of the sand
Is the one who quenches the thirst
And you who rise proud from between the stones
Have made oceans from this dust

Waqas:
I throw stones at my eyes
’cause for way too long they’ve been dry
Plus they see what they shouldn’t from oppressed babies to thighs
I throw stones at my tongue
’cause it should really keep its peace
I throw stones at my feet
’cause they stray and lead to defeat
A couple of big ones at my heart
’cause the thing is freezing cold
But my nafs is still alive
and kicking unstoppable and on a roll
I throw bricks at the devil so I’ll be sure to hit him
But first at the man in the mirror
so I can chase out the venom

Isam:
Hmm, a little boy shot in the head
Just another kid sent out to get some bread
Not the first murder nor the last
Again and again a repetition of the past
Since the very first day same story
Young ones, old ones, some glory
How can it be, has the whole world turned blind?
Or is it just ’cause it’s only affecting my kind?!
If these walls could speak,
imagine what would they say
For me in this path that I walk on
there’s only one way
Bullets may kill, bones may break
Still I throw stones like David before me and I say

CHORUS