Menanggapi Koran Hari Ini

“Awalnya mendapat dana Rp 15 miliar untuk pembangunan gedung, lalu menerima lagi dana Rp 11 miliar untuk pembelian alat. Namun sampai sekarang tetap belum bisa digunakan,” katanya.

Ketololan mereka dilimpahkan kepada kita.


Daripada overacting lebih baik kita mulai lebih sering menulis untuk menyampaikan gagasan-gagasan kita.

Dari berita hari ini di 2 media cetak/online mengenai perkembangan status POLTEKOM (perguruan tinggi tempat saya mengabdi) ada beberapa hal yang menarik. Yang pertama adalah wacana mengenai BLK ini sebelumnya tidak pernah mengemuka. Dan yang kedua bagaimana orang-orang terpilih yang katanya mewakili rakyat ini dapat membuat kesimpulan -yang menurut saya- sangat remeh seperti itu. Continue reading

Advertisements

1 April 2014

Selamat kepada kotaku tercinta yang pada tanggal 1 April ini genap berusia 100 tahun (1 abad). Semoga semakin beradab di tengah-tengah semakin tidak manusiawinya manusia dan kemanusiaan. Banyak harapan yang kelak semoga dapat menjadi kenyataan.

ep-01

Pemain Tim dan Hasil Akhir

Seperti jumat-jumat sore sebelumnya, jumat kemarin kami refreshing dengan bermain futsal bersama, antara para dosen dengan karyawan POLTEKOM. Aturannya sih lima lawan lima, tapi untuk kami lima lawan lima bukan olah raga tapi kerja paksa. Fisik sudah tidak terlalu prima untuk kejar-kejaran dengan bola. Sehingga biasanya sih di lapangan akan ada 14 orang bahkan lebih. Itu tanpa wasit, lho! Lebih rame gak apa-apa karena memang niatnya lebih kepada seneng-seneng, menyegarkan pikiran sekaligus fisik setelah 5 hari bekerja.

Continue reading

Lucu-Lucuan

Sengaja saya buat koleksi gambar lucu, untuk nertawain orang-orang (rekan kerja saya). Kenapa kok gak saya? Karena memang gak ada foto saya yang bisa dibuat lucu-lucuan (pose serius semua, saya sendiri juga heran). Silakan dibayangkan komentar apa yang cocok untuk ngisi callout atau ballon yang sengaja saya kosongi.

Cekidot!

Page_1Page_2Page_3Page_4

Setelah Coblosan

Pemilihan kepala daerah (walikota) Malang baru selesai kemarin untuk tahapan pencoblosannya. Sekarang tinggal menunggu hasil penghitungan resminya. Sebagai pembanding ada data dari hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilaksanakan oleh beberapa lembaga. Dan hasilnya sudah terlihat. Pasangan calon yang selama ini tidak terlalu “dianggap” karena hanya diusung oleh partai medioker ternyata unggul cukup telak. Yang kalah, sekarang tinggal “ngelunya”, ngelu mbalikno modal sing wis kadung entek gak karu-karuan.

Setelah coblosan, ngelu ndhase!

Setelah coblosan, ngelu ndhase!