“Menang mana ikan hiu sama ikan lele, Yah?”

“Menang mana ikan hiu sama ikan lele, Yah?”

Wah, konyol nih anak, masak hiu dibandingin sama lele, pikirku. Namun sebelum kujawab buru-buru kutahan kalimatku.
Anakku nomor 3 ini pasti gak sembarangan bertanya seperti itu. Yah, kemarin, sebelum pertanyaan itu dilontarkan dia sempat melihat tayangan tentang Wels Catfish di Nat Geo Wild. Memang jarang-jarang dia mau bertahan agak lama nonton sebuah tayangan, karena pasti diselingi aktivitas lain (lari-lari, lompat-lompat, teriak-teriak) yang khas anak seusianya.


Biasanya di jam-jam primetime dan sebelum tidur si bocah dan kakaknya, yang sama-sama laki-lakinya itu minta nonton film anak-anak. Kadangkalanya juga takajak nonton Nat Geo atau Nat Geo Wild yang -menurutku- banyak sekali pengetahuannya bagi anak seusia mereka. Memang tidak selalu mereka dapat enjoy dan tenang nontonnya. Namun ketika mereka sudah tune in dengan apa yang mereka tonton kita harus siap menghadapi berbagai cecaran pertanyaan yang seringkali tidak pernah terbayang di benak kita sebagai manusia dewasa.

“Itu namanya apa, Yah?”
“Gnu”
“Genu, Yah?”
“Iya, Genu!”
“Kayak sapi ya, Yah?”
“Iya, mirip sama banteng dan bison!”
“Bison terbang kayak punyanya Avatar!”
“Iya, kayak punyanya Aang!”
“Kalo yang itu apa, Yah? Anjing ya?”
“Bukan, itu hyena! jelek ya?”
“Sama singa menang mana, Yah?”
“Menang singa dong, Le!”
“Singanya takut, Yah! Itu singanya lari, dikeroyok …he..he..he”

“Itu apa, Yah? Cumi-cumi ya?”
“Bukan itu binatang laut, bentuknya mirip ubur-ubur!”
“Ubur-ubur kan ditangkap sama Spombob, dibuat mainan!”
“Iya, bener. dibuat mainan sama petrik juga!”
“Ubur-ubur ada giginya ya, Yah?”
“Gak ada!”
“Itu kok orangnya sampe berdarah?”
“Itu kena racunnya, Le!”
“Menang mana ikan hiu sama ikan lele, Yah?”

Luar biasa. Saya merasa kehilangan kreativitas dan imajinasi tanpa mereka. Tidak penting apakah Portuguese Man of War itu sama dengan ubur-ubur atau tidak. Atau bison, gnu, wildebeest, dan banteng adalah binatang yang berbeda-beda. Tidak penting bagi mereka. Mereka adalah generasi yang asyik. Yang belum terlalu perlu memahami dan memaknai batasan-batasan serta perbedaan-perbedaan. Kitalah, orang-orang dewasa ini yang semakin kaku, yang semakin tinggi dan tebal membangun tembok-tembok pemisah antara keasyikan dengan kepentingan.

Dan kelak kitalah hiu-hiu dan lele-lele yang memangsa satu sama lain.

Demikianlah…. Satu hari lagi untuk merenung.

Tlogowaru, Mei 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s