ngawur

sabtu, 14 maret 2009 yang lalu saat saya mengantar istri ke tempat kuliahnya sempat terjebak dalam sebuah situasi yang lumayan absurd. kami harus berhenti beberapa saat karena harus mendahulukan kereta api. saat itu cuaca sangat terik, maklum tepat di tengah hari. lokasinya sendiri adalah di sebuah daerah yang ajaib. kalo pagi kita lewat di sana dijamin akan menemukan sebuah petualangan yang cukup menakjubkan. bahkan cenderung eksotis … hua ..ha ..ha. boleh dicoba bagi para avonturir penantang kemapanan infrastruktur dan fasilitas yang nyaman.

kembali ke siang tadi. kereta tidak segera datang dan kami menunggu lumayan lama. kemudian…

setelah diperhatikan ternyata jalur yang seharusnya bisa dilewati untuk 2 arah yang berlawanan lama kelamaan habis. di seberang penghalang kereta sana jalur sudah penuh dengan orang yang akan menyeberang ke arah kami. begitu juga sebaliknya. saya tengok ke sebelah kanan juga mulai penuh.

di bawah teriknya matahari mungkin otak orang-orang ini sudah mencair bahkan leleh dan keluar dari kepala mereka masing-masing. sehingga akhirnya mereka tidak bisa lagi berpikir dengan cerdas. bahwa masing-masing dari kita butuh sampai di seberang namun harus tetap di jalur masing-masing.

apa akibatnya? sudah jelas benturan terjadi. di depan kami persis ada seorang anak smp dari arah berlawanan yang persis menuju ke arah kami. terus terang dalam hati saya waktu itu maunya saya tabrak saja anak tersebut kemudian dikamplengi atau minimal dipisuhi. tapi untungnya akal saya menolak sehingga akhirnya saya agak minggir sedikit supaya dia bisa lewat. yang lebih konyol lagi ada seorang bapak yang motornya nyangkut di rel kereta dan mogok tapi posisinya sangat ngawur. harusnya dia berada di sebelah kanan kami karena datangnya berlawanan. tapi saat itu dia persis di jalur kami. saya hanya bisa tersenyum sambil mengumpat, goblok bener nih orang. mungkin pengguna jalan ada yang memaki-makinya dan sebagainya. sudahlah. yang penting akhirnya kami bisa melanjutkan perjalanan kembali.

mungkin di tempat lain juga ada peristiwa-peristiwa ngawur dan lebih absurd daripada yang saya ceritakan tadi. terima saja adeh. mentalitas sebagian besar masyarakat kita memang masih seperti itu. tidak toleran dan mementingkan diri sendiri bahkan di jalanan. mudah-mudahan saya dan keluarga saya tidak seperti itu. mudah-mudahan tidak ikutan ngawur. itu saja.

One thought on “ngawur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s