daftar buruan

sebulan yang lalu ketika saya jalan-jalan ke toko buku langganan ternyata banyak sekali buku menarik dalam kategori must read and have. tetapi terbentur ke urusan dompet dan isinya tentu saja. saat ini saya masih menyisihkan untuk beli sepeda pancal lagi. bukan ikut-ikutan komunitas B2W, tetapi saya merasa saatnya untuk kembali menyeimbangkan fungsi kerja otot-otot yang selama ini banyak nganggurnya.

back to the books. ada 4 buku yang masuk daftar target operasi saya, paling tidak sampai januari tahun depan. yang pertama adalah MAYA karya Jostein Gaarder, salah satu penulis favorit saya. selain isinya yang selalu menarik ada proyek ambisius untuk melengkapi koleksi saya sebelumnya.

buku kedua adalah karya Orhan Pamuk, pemenang Nobel Sastra tahun 2006 yang berjudul Snow. kalau mau membaca online sebenarnya sudah ada linknya. tapi saya sudah berjanji untuk punya koleksi buku buat julian nanti. saya pengen punya perpustakaan kecil. isinya dikumpulkan pelan-pelan.

buku ketiga adalah Celestine Vision-nya James Redfield. buku-buku sebelumnya macam The Celestine Prophecy, The Tenth Insight, dan The Secret of Shambhala sudah baca walaupun dapat dari minjem. sekarang sedang hunting lagi buat koleksi.

buku keempat tulisan dari Greg Mortenson, David Oliver Relin, Three Cups of Tea. buku yang dituliskan berdasar kisah nyata tentang:

Pada 1993, seorang perawat Amerika, Greg Mortenson, berhasrat menaklukan puncak gunung tertinggi sedunia, K2, di Himalaya. Bukan hanya gagal melaksanakan niatnya, Mortenson juga tersesat, mengalami keletihan kronis, bahkan kehilangan 15 kg bobot tubuhnya. Setelah berjalan kaki tertatih-tatih turun gunung selama tujuh hari, Mortenson yang menuju Askole, malah tiba di Korphe, desa yang bahkan tak pernah dilihatnya di peta Karakoram. Di sanalah, di gubuk Haji Ali, Mortenson dijamu dengan ramah, dirawat dengan penuh perhatian dan dilayani bak tamu istimewa.

Di lingkungan nan miskin inilah jalan hidup Mortenson, juga jalan hidup anak-anak di Pakistan Utara, berubah. Ketika memikirkan cara membalas budi baik mereka, jantung Mortenson serasa tercerabut dan napasnya tercekat saat melihat bagaimana anak-anak di sana bersekolah: mereka duduk melingkar, berlutut di tanah yang membeku, dalam udara nan dingin, dengan tertib mengerjakan tugas. Mortenson meletakkan tangannya di pundak Haji Ali dan berkata, “Aku akan membangun sebuah sekolah untuk kalian. Aku berjanji.” Inilah kisah mengenai pemenuhan janji tersebut. Ya, selama satu dekade berikutnya, Mortenson telah membangun tak kurang dari lima puluh satu sekolah terutama untuk anak-anak perempuan di daerah tempat lahirnya Taliban. Kisahnya adalah sebuah petualangan seru sekaligus kesaksian akan kekuatan semangat kemanusiaan.

must read & have, hah? mudah-mudahan bisa dapat duit lebih lancar. aamiin.

One thought on “daftar buruan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s