salah kaprah

yang namanya tradisi memang kadang sulit diuraikan asal muasalnya. dari sononya sudah begitu maka akan terus begitu. yang membahayakan adalah bila tradisi yang dianut hanyalah sebuah ritual ikut-ikutan tanpa dasar yang cukup kuat. contohnya adalah tradisi mengucapkan “Minal Aidin Wal Faizin” sepanjang hari raya Idul Fitri antar sesama umat Islam di Indonesia. yang menjadi masalah bukan pada pengucapannya namun lebih cenderung pada pengartiannya yang salah kaprah. sering kita menggandeng Minal Aidin Wal Faizin dengan Mohon Maaf Lahir Batin. padahal ketika mencari dari berbagai sumber akhirnya saya menemukan:

Kata minal aidin wal faizin itu sebenarnya sebuah ungkapan harapan atau doa. Tapi masih ada penggalan yang terlewat. Seharusnya lafadz lengkapnya adalah ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal faizin, artinya semoga Allah menjadikan kami dan anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung (menang).

untuk lebih detilnya silakan baca dari sumber aslinya di sini. kiprah dan kaprah yang salah memang harus diluruskan kembali supaya tidak semakin melenceng. selamat hari raya idul fitri 1429H. Allahu Akbar walillahilhamdu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s