apa lagi?

hari ini merupakan hari kedua Ramadhan 1429H. segala puji bagi DIA yang masih mempertemukan saya dengan bulan suci ini. sudah lama tidak nulis walaupun sebenarnya setiap hari saya ini konek dengan Internet. ide, opini, ataupun sekedar uneg-uneg memang banyak, tapi untuk menuangkannya di blog ini sungguh aras-arasen. setiap login pasti cuma ngecek komentar yang sepertinya akan terus ada seputar NUPTK. entah nanti sampai berapa ratus bahkan berapa ribu. sebenarnya kasihan juga melihat tulisan-tulisan itu. terkesan mereka begitu desperate untuk sekedar tahu nomornya dan harus kemana mencari tahu tentangnya. saya sendiri bukannya tidak mau tahu tapi bagaimana lagi lingkup kerja saya adalah hanya di kota ini. dan … sepertinya saya sudah berapologi.

apa lagi?

akhir-akhir ini saya semakin menyimpulkan bahwa setiap manusia pasti memiliki zona nyamannya sendiri, begitu pun dengan hantu dan ketakutannya sendiri-sendiri. demikian juga dengan tantangan dan pencapaian yang bisa diperoleh. wirausaha, menjadi pengusaha atau dengan kata lain menjadi bos bagi usaha kita sendiri memang sebuah idealisme. tetapi saya membayangkan apabila semua orang menjadi bos maka siapa yang akan menjadi karyawannya? apabila semua buruh dan pegawai negeri menjadi entrepreneur apakah roda perekonomian bisa berjalan?

memperhatikan para petugas kebersihan yang bekerja memang memprihatinkan. tetapi sebenarnya mereka adalah para pahlawan kota yang tidak kalah besar jasanya dibandingkan guru sekalipun. di dalam benak dan hati mereka walaupun mungkin tidak semuanya pasti akan berfikir untuk mendapatkan beban kerja yang lebih ringan namun dihargai secara lebih layak. namun saya juga yakin tidak sedikit dari mereka yang murni berjiwa pengabdi. orang-orang yang lebih bahagia melihat kotanya bersih dibandingkan dengan sekedar mendapatkan bayaran tanpa bekerja keras. para pasukan kuning tadi hanyalah satu contoh. di setiap profesi dan jenis pekerjaan pasti ada para pengabdi yang semakin hilang dalam hingar bingar dunia konsumtif yang semakin gemerlap.

saya tidak yakin mau nulis apa lagi. saya juga tidak bermaksud memprovokasi dan mengintimidasi seperti postingan sebelumnya. anggaplah ini sebagai bentuk penghargaan kepada mereka para pengabdi, para pejuang sunyi yang tidak pernah berhenti berjuang menegakkan idealisme mereka.

2 thoughts on “apa lagi?

  1. Yup, jadi g ada kata paling enak jadi boss ya Mas? Yang bahagia bukan boss, bukan presiden, bukan tukang sapu. yang bahagia orang yang mensyukuri apa yang dikaruniakan kepadanya. Salam kenal.

    anda 100% benar. kita cuma bisa membayangkan apa yang paling ideal bukan yang paling baik. trims sudah mampir dan salam kenal juga.

  2. yup..
    kadang saya juga berpikir apakah penghasilan mereka dari bekerja seperti itu cukup ya untuk membiayai kehidupan sehari2?

    ternyata uang banyak tidak menjamin seseorang itu bahagia, seperti komen mas seno diatas “orang yang bahagia adalah orang yang bisa mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan kepadanya..”

    sudahkah saya bersyukur?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s