putih sementara

menjelang isra’ mi’raj hari rabu lusa saya ingin menggunakan warna putih sebagai latar belakang blog ini. sementara saja, sekalian untuk mengendapkan berbagai macam debu dan kotoran yang selama ini menempel dan berkerak di kulit dan hati. lama saya tidak mengisi media ini dan selama itu pula banyak kejadian fantastis namun seringkali terlewatkan begitu saja untuk menyadarinya.

~~~

cerita pertama,

saya akhirnya memastikan berurusan dengan bank demi memiliki rumah sendiri. sebuah fase perjuangan baru setelah menikah dan punya anak. bagi mereka yang berpenghasilan lebih dari cukup mungkin akan dengan mudahnya bilang, “kenapa harus meminjam kepada bank?”. tapi mau bagaimana lagi, saya tidak mungkin berbuat kriminalitas agar cepat dapat uang dalam waktu cepat. ya, kalau sebelum-sebelumnya ke bank untuk ditabungkan agar kelak bisa dicairkan lagi dalam bentuk uang kembali, sekarang setor ke bank untuk dirupakan rumah. plus tidak lupa bunganya. dan dalam jangka waktu yang relatif lama pula. cuma itu bedanya.

~~~

cerita kedua,

teman saya, yang umurnya lebih tua daripada saya akhirnya memutuskan untuk menikah. setelah berkali-kali pacaran dengan muridnya -profesinya adalah guru- yang jauh lebih muda usianya akhirnya dia menikahi seorang guru juga. yang selisih usianya tidak terlalu jauh juga tentunya. dalam sebuah pesta yang sederhana saya melihat ada sesuatu yang kurang lengkap di sana. ternyata ibunya tidak hadir karena harus dirawat di rumah sakit. penyebabnya adalah stroke tepat di malam ketika teman saya itu akan melangsungkan pesta pernikahannya. saya dan istri saya hanya bisa ikut prihatin atas keadaan tersebut. semoga dia dan istrinya tetap tabah dalam kebahagiaan yang seharusnya bisa mereka bisa nikmati bersama.

~~~

cerita ketiga,

bapak saya menerima telepon dari seorang saudara yang tidak pernah dijumpainya selama 41 tahun. dia, yang saya memanggil budhe kepadanya sedang ada di jawa karena ingin bersilaturahim, menyambung kembali tali persaudaraan yang hampir putus ini. besok sorenya, setelah telepon di malam itu saya dihubungi istri saya untuk segera pulang dari kantor karena saudara yang datang sari jauh itu akan berkunjung ke rumah bapak. ternyata… ya … ternyata di silsilah keluarga kami ada juga keturunan dari batak, bermarga Purba. sebuah kejutan yang sangat manis. belum lagi membayangkan apa yang ada di dalam hati bapak dan budhe, yang bertemu terakhir kali ketika mereka masih sama-sama muda dalam  rentang waktu yang bahkan lebih tua daripada usiaku sendiri. satu janji saya, bahwa kelak anak-anak saya harus terus memegang tali persaudaraan ini. sebuah ikatan yang jauh lebih kuat dan tidak boleh terputus.

~~~

cerita keempat,

masih tentang reuni keluarga besar. tetapi kali ini dari garis ibuku. kami, anak cucu keluarga Mbah Djowirjo mempunyai agenda rutin 1 semesteran untuk berkumpul di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan. dan hari minggu kemarin (27 juli 2008) saya yang harus bertindak selaku tuan rumah. sebenarnya pertemuan kali ini bukan di rumah, tetapi mengingat kapan pun saya memiliki kewajiban maka lebih cepat dilaksanakan di sini semakin baik. tanggalnya pun sebenarnya sudah mengalami penundaan selama 2 minggu dari jadwal semula, mengingat banyaknya anggota keluarga yang lain yang tidak bisa hadir bila tetap dilaksanakan di tanggal tersebut. alhamdulillah, kemarin yang hadir cukup mewakili walaupun masih lebih banyak yang memang belum berkesempatan hadir. entah karena memang berhalangan karena sakit, jarak yang jauh atau sekedar berbarengan dengan jadwal penting lainnya. saya mencoba memotret yang hadir dengan kamera dan sekaligus pikiran saya. anak-anak itu sekarang sudah tumbuh menjadi pemuda-pemudi yang gagah dan cantik dengan harapan dan cita-cita yang lebih baik daripada para pendahulu mereka. dari 2 orang sekarang sudah menjelma puluhan, bahkan ratusan manusia-manusia baru yang akan meneruskan garis keturunan sekaligus menerapkan kembali falsafah jawa “mikul dhuwur mendhem jero”.

saya berdoa semoga kelak kami dikumpulkan kembali dalam kemuliaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s