sleeping police

seorang khatib pada sebuah mimbar jumat pernah berkata:

janganlah membalas sebuah kemunkaran dengan perbuatan munkar juga

dan dia kemudian mencontohkan dengan membuat sebuah polisi tidur di jalanan adalah sebuah perbuatan munkar walaupun niatnya untuk mengurangi perbuatan munkar yang lain, yaitu mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan. apakah istilah ini terlalu ekstrim buat anda?

dalam kosakata bahasa inggris sebenarnya tidak ada istilah sleeping police untuk menyebut polisi tidur dalam bahasa indonesia. kalau tidak salah padanan kata untuk gundukan yang dipasang melintang di tengah jalan itu disebut traffic bump. tetapi di luar negara ini saya percaya anda tidak akan banyak menemukannya di jalan-jalan dengan sembarangan sebanyak di sini, apalagi seperti di kampung daerah saya.

setiap hari saya selalu melewati sekitar 10an polisi tidur. padahal jalan atau lebih tepatnya gang di sini relatif sempit hanya cukup dilewati 1 mobil. karena sudah terbiasa akhirnya saya tidak mempermasalahkan lagi adanya ketidakwajaran ini. namun untuk memberikan sebuah pendidikan kepada masyarakat seharusnya ada penjelasan yang terinci mengenai aturan membangun sebuah polisi tidur karena tidak segampang itu main pasang di jalanan umum.

mereka yang asal masang mungkin belum pernah merasakan dalam kondisi darurat harus mengantarkan anggota keluarganya atau dia sendiri ke rumah sakit dan harus melewati rangkaian superbowl seperti itu. dulu waktu ketuban istriku pecah dan harus ke rumah sakit tengah malam sebenarnya jengkel juga. memang kita bisa agak lebih mengontrol kecepatan, namun kalo harus melewati gundukan-gundukan dengan ukuran S, M, L dan bahkan XL tersebut bayangkan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang sedang menahan sakit tadi.

jalanan adalah milik kita bersama. digunakan bersama. dirawat juga bersama. seharusnya dengan memberikan rambu-rambu berkendara sudah cukup. selain untuk melatih kedisiplinan juga dapat melatih tanggung jawab pengendara ketika tidak ada yang mengawasi cara berkendara kita. konyol sekali bila mau niru dani pedrosa di sebuah gang kampung. mungkin ini juga yang membuat negara ini tidak bisa melahirkan seorang saja jagoan di arena balap internasional. ya, karena kita hanya bisa dan berani ngebut di jalan-jalan sempit secara ngawur.

mungkin kalo dipikir-pikir betul juga apa yang disampaikan pak khotib dalam sebuah mimbar jumat tadi. dan kalo dibayangkan lagi, tidur saja polisi-polisi itu sudah merepotkan apalagi kalo sampai bangun terus nguber-nguber sampean semua…ha… ha… ha….

nb: sy masih mencari aturan dan juknis resmi untuk membuat/membangun sebuah polisi tidur.

update, barusan dapat sourcenya dan di sini.

One thought on “sleeping police

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s