masih tentang chaos yang sistematis

dari kasus Ahmadiyah, yang akhirnya melebar menjadi AKKBB versus FPI, dkk apa yang bisa Anda semua simpulkan? akan berpihak kepada pihak yang manakah Anda? atau supaya netral tidak berada di salah satu posisi dan cukup memperhatikan dari jauh saja? beberapa hari ini sejak terjadinya insiden di Monas tanggal 1 Juni 2008 tempo hari itu, saya mencoba mengikuti semua berita dan alur yang ingin membawa dan menggiring persepsi dan opini setiap anggota masyarakat, baik yang muslim maupun non muslim.

saya mengidentifikasi permasalahan seperti berikut:

  1. media massa, baik cetak maupun elektronik terkadang tidak cukup adil dan jujur dalam menyampaikan warta tentang kejadian yang sebenarnya sehingga sangat sering terjadi pemutarbalikan fakta yang akhirnya menyebabkan tersumbatnya cara berpikir logis dan rasional masyarakat kita. bahasa kasarnya, media sering sekali membodohi kita.
  2. terdapat 2 cara pandang utama dalam melihat kasus Ahmadiyah ini; yang pertama adalah cara keras karena ajaran ini sudah dianggap menodai kesucian agama Islam, jadi ketika semua jalur dialog sudah dianggap tidak lagi mempan untuk “mengembalikan” mereka yang tersesat, maka wajar bila diperlukan “main tangan”. hal ini masih bisa terus diperdebatkan karena puncak kemarahan yang sebenarnya adalah efek kumulatif dari berbagai persoalan yang lebih kompleks. cara ini diwakili oleh teman-teman dari FPI, HTI dan PMII, KLUI, dsb. sedangkan cara yang kedua adalah yang ditempuh oleh AKKBB, aliansi kemanusiaan ini -yang di dalamnya juga terdapat ikon dan ormas Islam- lebih percaya pada cara-cara damai yang harus ditempuh untuk menangani masalah rawan seperti ini.

dari masalah di atas saya mengambil kesimpulan:

  1. umat Islam kita memiliki potensi fanatisme yang sangat tinggi, juga sangat reaktif. namun seringkali tidak diimbangi dengan kemampuan daya berpikir yang jernih. kalau potensi ini bisa disalurkan kepada cara-cara yang lebih islami dan produktif akan sangat bagus akibatnya. namun apabila yang terjadi sebaliknya dan dimanipulasi sedemikian rupa oleh media juga pihak-pihak yang memang sengaja mengambil keuntungan dari hal ini, maka chaos lah yang lebih mengemuka. akhirnya Islam diidentikkan dengan mudahnya sebagai ajaran agama yang senang kekerasan dan primitif. agama tukang pukul, tukang ngebom, dan lain sebagainya.
  2. konflik ini, dan juga konflik-konflik yang terjadi sebelumnya, kalau kita mau keluar dari semua keruwetan tersebut berujung pada kerugian kita sebagai umat Islam. jangan berkata salah satu pihak akan menang atau lebih benar daripada pihak lainnya. tapi cobalah berpikir bahwa umat kita sudah dikotak-kotakkan, diadu, dipinggirkan sedemikian rupa. sekali lagi kitalah yang mengalami kerugian.
  3. instrospeksi diri sebagai muslim sejati yang mencoba dan terus belajar menjadi mukmin adalah hal yang sangat penting. saat ini betapa mudahnya kita memberi cap kepada saudara-saudara kita seakidah sebagai orang yang sesat. bahkan tidak ragu pula kita mengejek, meludahi, hingga memukuli mereka. apakah kita sudah punya hak dan wewenang untuk itu? apakah kita lebih baik dan benar daripada mereka? lantas, apabila kita memang sudah lebih baik dan benar, apakah kita pantas untuk melakukan hal-hal di atas? mari kita renungkan lagi dengan lebih arif.
  4. Allah SWT tidak akan kehilangan ke-Muliaan-NYA andaikata semua makhluk hidup di muka bumi ini berpaling dari-NYA. demikian pula Rasullullah kita tercinta. beliau akan tetap menjadi insan kamil seandainya semua orang mendustakannya. Anda mau ngaku jadi nabi, atau keponakan nabi silakan saja. hal itu tidak akan membuat Anda menjadi hebat, malah semakin hina di mata teman-teman Anda. coba saja kalau tidak percaya. agama ini dijaga oleh Sang Maha Penjaga. kalau mau membelanya gunakan cara-cara yang sudah diajarkan oleh Nabi-Nya, jangan menggunakan cara-cara sesuka hati kita sendiri-sendiri.

Quran Surat Al ‘Ashr

103:1] Demi masa.
[103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
[103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

3 thoughts on “masih tentang chaos yang sistematis

  1. Go Go Yuuuukk sambuutt kebangkitan Islam yang kita Idam-idam kan??? Dengan berpegang teguh Pada Al-Qur’an dan Hadits ………… klo bisa bersatu padu knapa harus saling bermusuh???? Allah mencintai umat yang membangun…..
    merdeka bukan lah berkuasa ..merdeka adalah bersatu padu

  2. yups..sepakat..
    umat Islam adlah umat yang satu, jgn mau di adu domba, krn nantinya kita sendiri yang akan merugi..
    mari wujudkan Islam yg damai, Islam yg menyejukkan..
    berhenti sejenak untuk melakukan kontemplasi..
    semoga hari esok lebih baik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s