unjuk rasa, demokrasi dan the options

unjuk rasa
ada yang tahu ichsanudin noorsy? akhir-akhir ini wajah beliau sering sekali muncul di layar kaca. ya… sejak maraknya demo anti kenaikan BBM sepertinya stasiun tv-stasiun tv swasta nasional berebut ingin menaikkan rating dengan mengundang tokoh-tokoh yang keras berteriak menolak kebijakan tersebut dan “orangnya pemerintah” kemudian menempatkannya dalam sebuah arena tinju dan gulat argumentasi (kalau pakai istilah adu argumentasi sudah terlalu umum).

tokoh kita yang satu ini sangat menarik. selain cepat dan lugas penyampaian setiap kalimatnya terkesan dramatis dan teatrikal. terus terang secara pribadi saya ngefans. mungkin karena sama-sama berjenggot yang mengingatkan saya kepada pemain bas dari SOAD atau System Of A Down. kalau rambut beliau dihabiskan dan jenggotnya dipilin sepertinya mirip.

mengikuti berbagai diskusi tentang topik yang hangat, seperti naiknya BBM di tv kadang memang mengasyikkan. kita bisa melihat perbedaan pendapat dan argumentasi yang disampaikan dalam style masing-masing pembicara atau nara sumber. ada yang ayem-ayem ngglendem, ada yang ngototan, meledak-ledak dan bermacam ekspresi lainnya. tetapi lumayanlah, tidak sampai adu bogem mentah dan saling melempar barang. sebuah metode pembelajaran untuk “gaul” dan berdemokrasi yang disampaikan secara beradab.

bagaimana dengan teman-teman atau adik-adik saya yang sudi berpanas-panas dan berhujan-hujan turun ke jalan sambil berteriak, berorasi dan tidak jarang berkelahi dengan aparat kepolisian? apakah mereka menempuh jalan yang tidak beradab? demonstrasi atau kata lainnya unjuk rasa yang dilakukan secara massal mau tidak mau akan bergesekan dengan area publik. seringkali hal ini akan berakibat yang kurang bagus apabila tidak dikoordinasikan secara bagus. belum lagi isu adanya penyulut kerusuhan atau provokator. baik yang memang sengaja dibuat seperti itu atau memang spontan lahir karena panasnya sikon.

para nara sumber yang difasilitasi berbagai pihak untuk terlibat dalam sebuah diskusi yang anggun memang terkesan lebih beradab. dibandingkan dengan sawat-sawatan dan uber-uberan dengan polisi. tetapi keduanya sebenarnya adalah contoh dari sebuah proses berdemokrasi. keduanya adalah metode berunjuk rasa walaupun cara yang ditempuh berbeda. unjuk rasa sendiri kalau tidak salah diadopsi dari Bahasa Jawa. unjuk berarti menaikkan sesuatu yang melorot turun. fulan lagi ngunjukno kathoke. artinya fulan sedang menaikkan celananya. unjuk bukan ngunjuk karena ngunjuk berarti minum. unjuk juga bisa diartikan sebagai menampilkan, atau to demonstrate. sedangkan rasa ya rasa, feel menurut orang Inggris. bersifat abstrak tetapi kesannya sangat nyata. bagaimana rupanya dingin itu? mungkin kita hanya bisa menghubungkannya dengan orang yang sedang menggigil. atau cinta? bagaimana rupa sang cinta sebenarnya? pasti kita akan sepakat dengan menggambar sebuah waru sebagai salah satu simbolnya. wajah keduanya abstrak, gak jelas. tetapi dalam indera kita diterjemahkan sebagai sesuatu yang sangat jelas dan nyata.

pak noorsy lebih memilih main otok dan bersilat lidah dengan lawannya sedangkan para mahasiswa lebih senang dengan cara main otot dan silat yang sesungguhnya. membakar ban ,menyandera truk tangki dan lempar batu sembunyi tangan. mungkin ada juga yang lebih memilih cara tidak populer dengan nyepi, mogok makan, mogok minum, mogok nonton tv atau jalan kaki sampai dengkleh sikile. itulah demonstrasi, salah satu unsur romantis dari sebuah proses demokratisasi. silakan anda memilih dengan cara anda masing-masing. kalau saya lebih memilih demonstrasi ngeloni anak dan ibunya (kalau yang ini jangan sampai ketinggalan). to demonstrate them my big love. semua sudah diatur porsi dan proporsinya masing-masing. dulu era saya turun ke jalan sudah lewat. sekarang silakan dicoba bagi yang belum dan ingin heroik-heroikan. gak usah ngersulo apabila nanti ternyata tidak sesuai dengan yang ada di tv, gak ada logistik dan jaminan keselamatannya.

the options
kembali lagi ke pak ichsanudin noorsy yang saya hormati. pada sebuah acara dia mendapat pertanyaan dari seorang mahasiswi. tentang sikap dan perbuatan apa saja yang harus dilakukan oleh kaum muda Indonesia saat ini selain sekedar demonstrasi dan mencaci maki pemerintah. solusinya apa gitu loh? pertanyaan klise sebenarnya. tokoh kita, pak noorsy memberikan 5 pilihan sebagai jawaban, yaitu tipe manusia apa saja yang ada di Indonesia saat ini.
1. janitor atau manol alias kuli kasar
2. operator atau kuli dengan sedikit fasilitas, tapi tetap aja kuli
3. manajer atau bos; bos gedhe, bos cilik sing penting wis dudu kuli
4. leader atau pimpinan; bisa pimpinan perusahaan, instansi, atau cukup pimpinan keluarga atau tim futsal.
5. fighter atau pendobrak, tukang demo, tukang gelut, atau silakan diinterpretasikan sendiri-sendiri.
saat ini menurut beliau manusia Indonesia sebagian besar hanya berposisi sebagai janitor dan operator. kuli atau babu di rumahnya sendiri yang gemah ripah loh jinawi. belum termasuk yang jadi kuli atau babu di negerinya orang. sedangkan yang setingkat manajer, leader dan fighter adalah minoritas. tetapi sangat menentukan nasib negeri ini. so, please select one of the five options above.

supaya tidak terlalu subyektif dan lebih banyak pilihan saya tambahi opsi baru. biar kompak akhirannya saya buat r semua.
6. broker aka makelar, opsi dengan tingkat resiko paling kecil. independen tapi sangat tergantung banyaknya obyekan. memerlukan tingkat pengamatan dan menguasai ban hitam ilmu probabilitas.
7. komentator, sidejobnya 6 opsi yang sudah disebutkan di atas. tidak perlu skill mumpuni, cukup menguasai jurus bersilat dan berkelit lidah.
8. koruptor, opsi paling menantang dari yang pernah ada.
sekarang sudah lumayan banyak. silakan anda para generasi muda mau pilih yang mana. menyelamatkan Indonesia atau why do i care, gitu loh?

2 thoughts on “unjuk rasa, demokrasi dan the options

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s