reuni

hari minggu, 10 februari 2008 kemarin kami keluarga besar djowirjo berkumpul lagi dalam acara rutin 6 bulanan. sebenarnya jadwalnya adalah ke bekasi, ke kediaman kakak kedua dari keluarga pakpuh/bupuh yang keempat. bingung kan?

kakekku, mbah djowirjo saya menyebutnya begitu adalah generasi pertama. sedangkan ibuku adalah generasi kedua dan keturunan yang ke 9 dari 10 bersaudara. jadi bagi kami anak ibuku menyebut hampir semua paman dan bibi sebagai pak puh dan bu puh (bapak sepuh dan ibu sepuh). hanya satu yang kami panggil bu lik dan pak lik (ibu dan bapak cilik).

kemarin entah sudah pertemuan yang ke berapa, saya tidak punya catatan yang pasti. tetapi yang jelas saat ini sudah masuk ke tingkatan generasi kedua. pertemuan sebelum yang kemarin kebetulan berdekatan dengan lahirnya ian. jadi waktu itu saya tidak bisa join karena ngantuk sekali setelah jaga malam di rumah sakit. sehingga kemarin adalah mandatory task yang tidak boleh dilewatkan lagi. selain karena lokasinya juga masih di sekitar kota malang juga, yakni di kota batu.

ada yang menarik dari pertemuan kemarin. agendanya sendiri masih tetap sama, yakni berdoa kepada para pendahulu dan saudara-saudara yang masih belum berkesempatan untuk bisa berkumpul mungkin karena jauhnya jarak ataupun karena sedang sakit. kemudian dilanjutkan untuk membacakan surat yaa siin. lalu ada beberapa nasihat dari pak puh/ bu puh generasi pertama, yang kemarin itu sangat menarik.

kenapa? karena tiap keluarga yang hadir harus diperkenalkan satu per satu oleh generasi kedua. jadi putra/putri ataupun menantu harus hafal masing-masing anggota keluarganya. mulai dari nama bapak/ibu sampai suami/istri dan putra-putrinya. banyak yang lucu terutama bila keluarganya adalah keluarga besar. bagaimana mengingat-ingat nama cucu (generasi ketiga yang jumlahnya sudah sampai puluhan). mirip waktu masih bersekolah dulu, harus mencongak dan menghafal. lucu dan penuh ger-geran

maksudnya pakpuh sih bagus, supaya kalo kita bertemu di mana saja tidak saling asing mengingat semakin banyaknya anggota keluarga. banyak wajah-wajah baru. banyak wajah-wajah yang asing ternyata adalah saudara, klan djowirjo. selalu ada yang menarik memang saat reuni. saat berkumpul kembali setelah terserak dalam irama hidup masing-masing. namun selalu ada semangat baru pula untuk siap bertemu kembali kelak di waktu yang sudah ditentukan.

One thought on “reuni

  1. kebiasaan reuni keluarga biasanya hanya berhenti pada makna sebuah pertemuan/silaturahmi, tidak ada hasil yang hrs dipertanggungjawabkan bersama.kalau hanya sekedar mengenalkan generasi baru, kenapa ga bikin website silsilah keluarga setidaknya membantu yang ga MAMPU datang belum lagi klu anggotanya tinggal di luar jawa, atau luar negri.

    sebenarnya ada yg harus dipertanggungjawabkan seperti utang, tetapi gak perlu diceritakan di sini lah😀, silsilah sudah ada pake software family tree, tinggal publish saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s