how can be?

menyaksikan banjir di jakarta akhir-akhir ini melalui televisi sungguh semakin memprihatinkan. di saat indonesia membangun pencitraan tahun kunjungan wisata dan memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, sungguh ini sebuah ironi, paradoks atau kontradiksi sangat buram. bagaimana mungkin ibu kota sebuah negara begitu akrab dengan water flood seperti ini dan sepertinya tidak ada solusi berarti yang sudah dilakukan.

bandara internasional diisi penumpang yang terlantar. imbasnya selain para penumpang yang dirugikan otomatis juga para maskapai penerbangan yang tekor sekian ratus juta bahkan miliaran rupiah. jalan tol bisa dilewati dengan perahu karet. jadi ingat waktu ke kepri dua tahun yang lalu. harus melewati jalur darat, udara, dan laut. sekarang di jakarta juga begitu. mau terbang harus melewati jalur darat dan air dulu. unik sekali.

di bagian jakarta yang lain saat ini juga sedang banyak sekali dibangun kawasan eksklusif, bahkan super eksklusif, seolah-olah mencibir daerah lain yang sedang bertarung mengatasi tamu tak diundang yang tetap saja datang setiap tahunnya. life is fair, GOD is fair. dan percayalah ini semua disebabkan oleh ketidakbecusan manusia yang tidak bisa mengemban amanah yang bahkan malaikat, dan alam sekali pun tidak sanggup mengembannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s