Televisi, TKI, Kapitalisme

Kalau mau nonton TV sore sampai menjelang malam selalu saja membuatku memberikan komentar miring. Bagaimana tidak? Lha wong tayangannya sebagian besar diisi sama dunia antah berantah yang makin gak masuk akal sehat.

Anak-anak kita terus saja dicekoki dengan sihir, borjuisme, instanisasi, perselingkuhan, pacar gelap… apa lagi? Coba saja kalau anda sekalian punya waktu. Niatkan untuk menonton TV selama sore sampai malam sekali. Kira-kira berapa perbandingan ilmu dan sampah yang disuguhkan di sana.

Bahkan ada sebuah stasiun TV yang mulai sore sampai larut memutar sinetron yang pemainnya itu-itu saja tapi ceritanya berbeda-beda. Mengadaptasi dari cerita terkenal dunia. Tapi diorat-arit sehingga malah jadi -maaf- sampah.

Belum lagi kuis. Infotainment. Dan lain-lain. Apa gak ada tayangan lain yang lebih bermanfaat? Atau mungkin sebagian besar orang memang lebih suka dengan acara-acara seperti itu. Lebih senang ditipu dan dibodohi kegantengan dan kecantikan para pemain sinetron (yang mengaku artis). Serta disirep oleh gemerlapnya konsumtifisme. Pemerintah kita adalah representasi dari kapitalisme.

Pernah mengamati syair dan lirik lagu 5 tahun belakangan ini? Kenapa arahnya cenderung ke selingkuh, pacar gelap dsb? Seolah-olah kita semua mengijinkan hal-hal setan seperti itu. Bahkan ada kosakata baru semacam TTM yang katanya teman tapi mesra. Di sini malah ada kosa kata yang lebih baru yaitu TKI, bukan Tenaga Kerja Indonesia tetapi Teman Kayak Istri. Nah loh?

6 thoughts on “Televisi, TKI, Kapitalisme

  1. Bikin ststion TV sendiri aja den…hik hik, Pemerintah kita adalah presentasi dari kapitalisme (memang betul!!) tapi kalau mau jujur sebenarnya kita enjoy menikmatinya kok, ketika dihadapkan tugas kantor yang bejibun, ketika mesti pusing ngurusi uang rakyat mau digunakan untuk apa saja, atau pas datang ujung bulan laporan belum kelar semua, byuh-byuh… ketika pulang ada gado-gado TV ciamik yang rasanya legit manis dan asin asem, pedes-pedes dikit gitu, itulah sebenarnya guna televisi….

  2. Ada bnr nya bung, itu bukan konsumsi yg baik /u anak2.
    Saya juga membenci ttg cerita sinetron anak SD yg udh cinta2an, anak yang melawan ortu nya.
    tp bagaimana lagi bung, ini lah dunia entertain .. smua gk lepas dari yg namanya gk msk akal dan nyeleneh2. tinggal bagaimana kita menyikapin nya saja. Terhadap anak atau adik kita beri bimbingan dan atau bahkan kita bisa mengalihkan mereka dari acara televisi2 itu dg kegiatan lain yg lbh bermanfaat

  3. saya seirama dengan mas fajar dalam mencermati kehidupan. salut. itulah dunia yang kita ada di dalamnya. penuh ‘sampah’. heran, kenapa orang2 yang suka dengan ‘sampah’ yang jadi pemimpin negeri ini? mungkin panggung politik kita juga dipenuhi ‘sampah2’ itu, sehingga sehingga tak ada yang bersedia ‘naik’ ke atas nya selain mereka yang terbiasa bergaul dengan ‘sampah’.

  4. jujur, saya kepingin pandai mengungkapkan ide dan pemikiran dengan nuansa yang santun dan lembut, menyentuh dan bukan menghantam atau menghancurkan, kok… sulit mas fajar yah… ajari donk…! biar kalimat-kalimat saya ‘enak dibaca dan merasuk sukma’… kayak tulisan mas fajar, gitu. makasih mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s