Mengemis

Kemarin ada seorang kenalan yang datang, urusan sosial bisa dibilang begitu. Kami -saya dan seorang teman- menawari beliau untuk sekedar minuman dalam gelas. Dia menolak dengan alasan puasa. Kami sedikit menggoda dengan bertanya kenapa kok puasa segala, kan ini bukan hari Senin atau Kamis. Atau di bulan-bulan yang memang disunnahkan untuk puasa. Kami tidak berniat mengolok-olok. Hanya sedikit bercanda antar teman.

Tahu apa jawabannya? Beliau tidak marah, dengan tersenyum hanya menjawab, “Ngemis nang sing Kuoso” atau mengemis kepada Yang Maha Kuasa.

Demi Tuhan, saya sempat tertegun. Sampai saat ini belum pernah saya merasa dengan hati yang benar-benar serius untuk berbuat hal yang sama. Mengemis kasih-NYA Tuhan. Sungguh sebuah hikmah yang sangat besar. Mulialah orang-orang yang seperti itu, yang sudah mengajari bagaimana caranya menjadi manusia yang sebenar-benarnya manusia.

2 thoughts on “Mengemis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s