The Guru

The syllable gu means shadows
The syllable ru, he who disperses them,
Because of the power to disperse darkness
the guru is thus named.

– Advayataraka Upanishad 14—18, verse 5

Setelah searching di Wikipedia, akhirnya nemu penjelasan di atas. Guru, menurut orang Jawa “ditepak-tepakno”, dipas-paskan menjadi “digugu lan ditiru”. Maksudnya adalah orang yang bisa dicontoh dan diteladani. Sebutan luhur, yang menurut saya tidak semua orang berhak menyandangnya. Kita terlalu mudah menyederhanakan sebutan guru dari menerjemahkan teacher dalam Bahasa Inggris.

Coba kita telusuri, menurut kamus Inggris-Indonesia pada umumnya “to teach” diartikan sebagai mengajar. Sedangkan kata yang artinya sepadan dengan itu adalah educator. Education = pendidikan, educator = pendidik? Bisa menerima ini?

Jadi semestinya teacher tidak serta merta langsung disamakan sebagai guru.
Seorang guru harus tidak boleh memiliki pemahaman bahwa setelah mengajar pekerjaan selesai. Dia harus sanggup menjadi teladan, panutan, orang yang bisa dihormati karena prestasi dan integritas dirinya. Sanggup memimpin, menjadi teman dan pemberi motivasi yang tangguh.

Suatu kedudukan mulia yang mestinya tidak bisa diperoleh dalam waktu singkat dan yang jelas harus melewati proses bertingkat. Saya tidak pernah menganggap diri saya sebagai guru. Cukuplah instruktur atau pengajar saja.

One thought on “The Guru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s