Untukmu Ibu Guruku

Tadi, masih sekitar 2 jam yang lalu saya bertemu dengan guru SMA-ku. Beliau masih sama, secara fisik mungkin sudah semakin tua. Tetapi dari gaya dan tutur katanya menunjukkan bahwa beliau semakin matang dan bijak.

Ibu guru yang dulu menjadi pengajar favorit kami karena kesabaran dan kasih keibuannya.
Sekarang kami bertemu dalam posisi yang kurang lebih sejajar. Beliau tetap guru dan saya juga (belajar menjadi) guru. Kami berbicara panjang lebar tentang apa saja yang beliau kerjakan, yang saya kerjakan. Tentang SMA kita, yang sekarang sudah semakin indah dan maju. Yang tetap mengagumkan dari beliau adalah intensitas perhatian dan kasih sayang kepada siswanya saat ini, masih sama seperti yang beliau tunjukkan 12 tahun yang lalu kepada kami.

Ibu… mungkin cuma doa yang bisa saya kirimkan kepadamu. Semoga Allah SWT selalu melindungi setiap langkah dan perbuatanmu. Selalu sehat dan tetap sabar mencerdaskan para siswamu.
Terima kasih ibu…
Juga kepada semua orang yang telah berjasa menuangkan ilmu dan membuatku siap melanjutkan hidupku.

2 thoughts on “Untukmu Ibu Guruku

  1. tulisan bapak selalu terasa filosofis. mungkin ketika guru anda membacanya, beliau bisa terharu.
    saya senang sekali ketika log in ke situs ini. tapi kenapa saya tidak bisa download gambar, padahal saya sudah register (shutterstock)

  2. untuk model web yg megharuskan login atau jadi member dulu seringkali harus diaktifkan melalui link yang dikirim ke email si pemohon. sudah kamu aktifkan atau belum linknya? coba cek di email kamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s