Take Control

Pernahkan anda menyempatkan diri sengaja menonton tayangan televisi seharian penuh? Setiap hari, mulai pagi sampai pagi lagi. Mulai senin sampai senin lagi.
Bila cukup sadar anda akan menemukan sebuah pola yang sangat rapi dan terstruktur. Pola untuk mengelabui pemirsanya… menurut saya.

Coba bayangkan saja, setiap jam pasti ada yang namanya sinetron. Entah itu buatan dalam negeri maupun yang diimpor. Kalau dulu sempat ada boom telenovela Amerika Latin dan sinema India. Sekarang sedang marak sekali sinetron, kalau bukan roman (picisan), ya religi-mistik.

Sebenarnya cukup membanggakan juga, ketika film-film TV buatan negeri sendiri dibuat sangat produktif. Demikian juga dengan infotainment, yang sebenarnya adalah program “nggedabrus”, ngrasani orang lain yang dikemas sedemikian cantik dan menarik. Dengan presenter yang seksi serta gaya yang mengundang hasrat kelaki-lakian. Menggunakan dalih memberitakan fakta namun tetap saja mengumbar aib orang lain (para artis dan selebritis).

Belum lagi kuis-kuis yang menghasut orang untuk berpikir sempit dalam mencari duit. Tidak perlu bekerja keras karena dalam waktu 30 – 60 menit saja semua orang berpeluang untuk menjadi milyarder. Juga jangan lupakan iklan dari para sponsor. Bah!

Saya sempat berbeda pendapat cukup keras dengan istri. Berebut remote control dan chanel TV. Kita mau melihat apa sebenarnya? Adakah manfaat, apalagi ilmu yang tersirat dalam program-program tersebut? Ini sama saja dengan program cuci otak secara masif dan pembodohan masal.

Take Control

 Take Control

Ambil alih kendali. Ya, itulah yang harus kita lakukan. Sebagai seorang kepala keluarga, saya harus menggunakan “hak prerogatif” saya dalam hal ini. Dan itu harus, walaupun dianggap otoriter. Saya hanya harus berpikir bagaimana cara menyelamatkan generasi saya kelak. Apa yang terjadi bila anak-anakku kelak menganggap dunia kiamat ketika di wajahnya mulai berjerawat? Atau wajahnya tidak seputih temannya. Bahkan mungkin ingin bunuh diri ketika punya “burket”.

Mengharapkan pemerintah melakukan tindakan yang nyata? Dimana negara kita? Maukah pemerintah mewajibkan jam tayang utama (17.00-21.00) harus diisi dengan program-program pendidikan di semua stasiun TV nasional? Atau membuat larangan bagi tayangan-tayangan yang tidak bermutu sama sekali (walaupun rating dan sponsornya berlimpah)? Saya pikir itu naif sekali.

Remote control di tangan kita masing-masing, jadi bertindaklah. Selamatkan dirimu dan keluargamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s